Sunday, December 25, 2011

Suhbah Sheikh Hisham Kabbani QS : 2006 - Berkenaan Mahdi AS.


Kedatangan Sayyidina Mahdi a.s.

Shuhbah oleh Maulana Syekh Muhammad Hisham Kabbani q.s.
22 Februari 2006, Oakland, Amerika Serikat
Sayyidina al-Mahdi telah disebutkan dalam sebanyak 40–50 hadits Nabi dan kesemuanya keasliannya terbukti bagi Sunni dan Syiah. Saya berbicara untuk sisi Sunni. Dan tidak ada yang dapat berdalih dari hadits-hadits tersebut karena keasliannya dan pada tahun 1980, ketika Mahdi yang salah muncul di Makkah dan mengambil alih al-Haram, orang-orang Hijazi mulai menanyakan tentang al-Mahdi dan bertanya kepada pemerintahan Saudi, “Anda tidak pernah memberitahukan kami tentang Mahdi.”
Bila kalian melihat Shahih Muslim, kalian akan menemukan banyak hadits tentang Mahdi juga dalam buku hadits Ibnu Majah dan Ibnu Dawud tapi tidak dalam hadits Shahih Bukhari. Jadi Muhammad Ali Sabouni menarik semua hadits tentang Mahdi, saya punya bukunya di Michigan. Saya mencantumkan banyak hadits dalam Approach of Armageddon dibagian akhirnya. Nabi berkata, “yakhruju waladin min awlaadi, yamla ‘l-ardu qistan wa `adlan kama muliya dhulman wa jura”. Dalam hadits ini Nabi memberikan tanda-tanda tentang kemunculan Sayyidina Al Mahdi sebelum al-Masih Dajjal. Dan beliau memberikan pertanda bahwa sebagian besar tanda-tanda yang Nabi sebutkan telah bermunculan dan kalian dapat melihatnya pula di buku-buku hadits.
Ada pertanda terbesar sekarang, satu tanda yang akan secepatnya saya beritahukan, “sawfa tudiiu naar min ardi Najd yashra’ibu laha `anaaqu ‘l-ibli bi-Basra.” And he pointed to the east and said, “hahuna tazhar al-zalaazilu wal fitan”, akan terjadi gempa bumi keempat dan kekacauan. Di timur Madina adalah Negara Iraq dan Najd, Basra. Dan ketika mereka meminta Nabi merahmati Najd, Nabi berkata, “O Allah rahmatilah Syam kami dan Yaman kami.” Mereka menambahkan Najd kami dan beliau berkata, “dari sana akan muncul dua buah tanduk setan dan akan terjadi gempa bumi dan kekacauan.”
Dan salah satu dari pertanda Hari Akhir adalah melihat telapak kaki telanjang bangsa Badui berkuasa dalam pembangunan banguna pencakar langit. Dan dimanakah sekarang bangunan pencakar langit tertinggi? Di Riyadh. Bangunan itu lebih besar dari World Trade Center, lebih besar dari 2 menara di Malaysia. Dan beliau bersabda yatataawaluuna fil bunyaan. Dan itulah mengapa kalian melihat �diantara 2 pangeran ini saling mengklaim bahwa gedung saya lebih tinggi. Semuanya terjadi dan Sayyidina Mahdi akan muncul. Ketika beliau muncul, pertama beliau akan bergerak dari Makkah ke Madinah. Ba’ait pertama dilakukan di Makkah dan dari Madinah beliau akan bertakbir dan setiap manusia akan mendengarnya. Dengan mengucap bismillahi dia bergerak menuju Syam, sebagaimana yang Nabi katakana, kayfa antum idha nazala ibn Maryam wa imaamukum minkum. “Akan menjadi apa kalian ketika ‘Isa (as) keturunan ibn Maryam dan imam kalian ada ditengah-tengah kalian?”
Imam yang dimaksud adalah Sayyidina Mahdi, bukan imam yang mengenakan celana jeans dan ada disetiap masjid. Beliau dari garis 12 imam dan beliau akan muncul minaratun bayda di masjid al-Umawi. Beliau akan bertakbir disana dan dengan takbir itu akan menghentikan perang besar yang melanda seluruh dunia. Hal ini berdasarkan hadits sawfa taqtilu fi’ataan adheemataaan . Dua kubu besar akan berperang dalam sebuah perang yang amat besar.
Jika kalian membaca buku karangan Samuel Huntington bahwa pertentangan dalam peradaban merupakan sebuah ide pertentangan dan kita tidak tahu bagaimana mengakhirinya. Beliau akan muncul ditengah-tengah api dan mendorong rahasia itu keluar dan menghentikan semua dengan ucapan: Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar. Kemudian takbir kedua dengan Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar, Maka setiap orang beriman akan menemukan diri mereka di Damaskus bersama Mahdi.
Lalu takbir ketiga Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar , beliau akan mengumumkan bahwa kita harus pergi untuk melaksanakan amanaat Nabi (saw) di Istanbul dan mengambilnya (amanat berupa barang). Kemudian beliau akan mengumumkan bahwa Dajjal telah muncul dalam suatu daerah di gunung yang besar dekat Syam dan dikenal dengan Douma dan itulah hadd bahwa Dajjal tidak dapat melintasinya karena Sayyidina Jibril akan melebarkan sayapnya sehingga Dajjal tidak dapat melintasi perbatasan itu.
Ibu Maimoona Ahmed: Sewaktu saya di India, saya bermimpi bahwa anda akan memberikan pengumuman yang sangat penting dan seperti melihat ke layar televisi dimana ada pembawa acara yang memberitakan hal-hal yang terjadi.
Mawlana Syaikh Hisham: itulah jika Mawlana Shaykh mengabarkan sesuatu dan pada saat yang sama pengumuman akan datang dan akan diinformasikan kepada kalian. Tapi saya ingin menegaskan bahwa kita tidak perlu membawa senjata, jangan membawa pisau, Sayyidina Mahdi datang tanpa membawa apapun, beliau tidak membawa senjata, hanya bersenjatakan Allahu Akbar, dan memotong semua. Jadi, pastikan bahwa kalian tidak perlu membawa pisau. Tidak pernah saya membawa sebuah pisau, memang ada Sunnah untuk membawa sebuah pisau, tapi pastikan juga bahwa ego kalian tidak terbawa. Mawlana Shaykh Nazim membawa sebuah pisau tapi kini dia tidak membawanya lagi. Tapi pisau beliau bukan pisau besar tapi pisau yang kecil.

 Sumber : http://bayuaji.blogdetik.com/page/2/

Tuesday, December 20, 2011

KONSEP TAUHID DALAM ISLAM,KRISTIAN DAN HINDU(AJARAN ASAL))





Assalamualaikum wbt buat saudara serta saudara muslimin dan muslimat, saya cuma nak berkongsi sedikit tentang Konsep Iman Kepada Allah swt yang merupakan salah satu Rukun Iman dalam Islam.  Sebenarnya hakikat yang dikatakan beriman ini tidak hanya diletakkan pada orang yang mempercayai wujud Tuhan semata-mata, kerana manusia yang tidak mengiktiraf wujudnya Tuhan juga adalah orang yang beriman.


Bagi orang yang beragama sama ada Islam, Kristian, Hindu, Buddha dan lain-lain agama yang tidak saya sebutkan disini semuanya mempunyai Iman dan percaya wujudnya Tuhan. Kemudian di satu sudut terdapat juga  jutaan manusia yang tidak percaya akan wujudnya Tuhan iaitu Allah Pencipta Seluruh Isi Alam dan semua ini adalah di dalam liputan-Nya dan inilah iman mereka
Konsep beriman kepada Tuhan ini terpecah kepada beberapa bahagian yang dapat kita lihat dengan jelas : -
(1) Mempercayai Wujudnya Tuhan seperti Agama Islam, Agama Kristian, Agama Hindu dan Agama Buddha. Beriman wujudnya Tuhan ini adalah suatu berita baik kepada golongan ini, NAMUN dalam kita mempercayai dan beriman wujudnya Tuhan seharusnya manusia memahami siapakah Tuhan dan bagaimana sifat-Nya serta batasannya.
(2) Golongan manusia (Atheis) yang tidak beriman wujudnya Tuhan , dan inilahsebenarnya  iman mereka, MEREKA BERIMAN  bahawa Tuhan tidak wujud dengan pelbagai alasan dan kajian ilmiah yang cuba dibuktikan oleh golongan ini.
Bagi golongan yang mempercayai kewujudan Tuhan, mereka tidak sewenang-wenangnya dibiarkan sendiri dalam mencari petunjuk Tuhan, Tuhan akan memilih Rasul dari kalangan manusia untuk menyampaikan perintah suci sebagai panduan dan batas kepada manusia seluruhnya. Namun sikap manusia yang lebih gemar menurut hatinya menyebabkan konsep Iman kepada Tuhan menjadi pelbagai, sedangkan jika kita memahami isi Kitab ini menunjukkan Konsep Iman Kepada Allah swt dan sifat-Nya adalah sama.
Tuhan BUKANKANLAH Jesus (a.s), Tuhan BUKANLAH Gautama Buddha, Tuhan BUKANLAH Berhala-Berhala atau apa saja yang terlintas difikiran dan terlintas dihati manusia TETAPI TUHAN adalah Allah swt. Allah swt adalah Satu-Satunya Tuhan Yang Patut Disembah dan Tidak ada Tuhan selain Allah swt. Walaupn manusia yang mempunyai latar belakang agama yang berbeza dan mempunyai kepercayaan seperti penyembah gunung ganang, penyembah berhala, penyembah lautan, penyembah alam atau apa saja yang disembahnya atau pun tidak menyembah apa-apa, golongan ini juga akan mendapat pertolongan dari Allah swt.
Siapa lagi TUHAN kalau bukan Allah swt!
Golongan sebegini juga meminta kepada Allah swt sebenarnya, memang tidak masuk akal perbuatan mereka tetapi inilah hakikatnya dan walaupun ia adalah dalam kategori menyekutukanNya, Allah swt tetap mendengar dan memberi perkenan-Nya kepada mereka dan serta seluruh isi alam.
Saya mengajak kita memperhatikan seketika perbandingan Konsep Iman Kepada Allah berdasarkan Kitab Al-Quran, Kitab Bible dan Kitab Hindu. Sangat jelas kepada kita bahawa  ISLAM, KRISTIAN & HINDU mempunyai Konsep iman kepada Allah swt yang sama di dalam kitabnya, namun pelaksanaan iman dikalangan umat beragama ini berbeza sama sekali.


(1) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA ISLAM
(Surah Al-Ikhlash : Ayat 1-4)
“Katakanlah; Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula di peranakkan dan Dia tiada sesuatupun yang setara dengan-Nya”.
PENJELASAN : Inilah Konsep Tauhid yang sebenarnya, Allah swt beriri dengan sendiri tanpa bergantung dengan sesuatu apa pun kerana segala sesuatu itu adalah bergantung pada Allah swt.
(a) Allah swt Mencipta Oksigen Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Dan BUKAN Untuk Allah Bernafas Dengannya. Ini Kerana Allah swt Tetap Hidup Tanpa Oksigen, Malah Oksigen Itulah Yang Bergantung Hidup Pada Allah swt.
(b) Allah swt Mencipta Sumber Makanan Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Dan BUKAN Untuk Allah Makan Dengannya. Ini Kerana Allah swt Tetap Hidup Tanpa Sebarang Makanan, Malah Makanan Itulah Yang Bergantung Hidup Pada Allah swt.
(c) Allah swt Mencipta Takdir Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya dan BUKAN Untuk Allah Hidup Di Dalam Takdir. Ini Kerana Allah swt Di Luar Dari Menemui Takdir. Sebagai Contoh, Wajib Bagi Manusia Menemui Hari Isnin, Selasa, Rabu, Khamis, Jumaat, Sabtu Dan Ahad Sama Ada Suka Atau Tidak! Tidak Seorangpun Dari Hamba-Hamba-Nya Akan Terlepas Dari Takdir Ini.
(d) Allah swt Mencipta Masa Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Mengatur Hidup Dan Berurusan Dengannya TETAPI BUKAN Untuk Allah Yang Menikmati Masa Untuk Mengatur urusan-Nya atau Diri-Nya Kerana Allah swt Di Luar Dari Sifat Masa, Sama Ada Masa Lalu, Masa Kini Dan Masa Akan Datang  Semuanya Telah Tamat Di Sisi Allah swt. Sebagi Contoh, Wajib Bagi Manusia Melalui Masa 1 Hari 24 Jam, 7 Hari Seminggu, 30 Hari Sebulan, 365/6 Setahun Dan Seterusnya, Tidak Seorangpun Yang akan Terlepas Dari Melalui Masa-Masa Ini.
Dalam hal lain perkara yang perlu kita ambil perhatian adalah Allah swt itu tidak menyerupai atau diserupai oleh hamba-hamba-Nya, oleh kerana itu kita harus memahami sifat Allah dengan sebaiknya. Sesetengah manusia salah faham Konsep Allah Maha Kuasa Lagi Maha Esa dengan menyamatarafkan Allah dengan ciptaan-Nya. Ini adalah sifat HARAM Bagi Allah.
Kita perhatikan seketika berkenaan hal ini :-
(a) Allah swt MELIHAT BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai MATA Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(b) Allah swt MENDENGAR BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai TELINGA Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(c) Allah swt BERKATA-KATA BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai MULUT Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(d) Allah swt MENGENGGAM BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai TANGAN Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
(e) Allah swt DILUAR dari Sifat Masa, Sama Ada Masa Lalu, Masa Kini & Masa Akan Datang. Allah swt DILUAR Dari Sifat Berubah Bentuk Sama Ada Muda, Tua Atau Apa Saja. Allah swt DILUAR Dari Sifat Mati.
(f) Allah swt BERWAJAH BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai WAJAH Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.
“Allah swt Maha Kuasa Mengatasi Logik Akal Manusia”
(2) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA KRISTIAN


(Yohanes 17:3)
“Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.
(Markus 12:29)
“Maka jawab Yesus kepadanya, HUKUM YANG TERUTAMA ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun ALLAH TUHAN KITA ialah Tuhan yang Esa.”
(Ulangan 4:35)
“Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.
(Ulangan 6:4)
“Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”
(Ulangan 4:39)
“Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.”
(II Samuel 7:22)
“Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.
(Yahya 17:8)
“Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa aku datang dari pada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku”
PENJELASAN : Kitab Bible yang mengalami perubahan besar di dalamnya masih terdapat juga terdapat perkara-perkara yang benar seperti ayat-ayat yang dikemukakan di atas. Allah Maha Esa bererti Allah BUKAN 3 Tuhan atau Allah BUKAN 3 dalam 1 atau 1 dalam 3.
Allah iaitu Al-Ilah, adalah Satu-Satunya Yang Patut Disembah dan tiada sekutu bagi-Nya.
(3) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA HINDU


(Surah An-Nisaa’ 4:164)
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.
(Shevatashvatara Upanishad Ch 4: V.19)
Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia
(Shevatashvatara Upanishad Ch 4: V.20)
Dia tidak bisa dilihat, tidak ada orang mampu melihat dengan mata.
(Bhagavad Gita Ch.10:V.3)
Allah Tuhan yang tidak dilahirkan, tiada permulaan, Tuhan Seru Sekalian Alam.
(Yajurveda Ch.32:V.3)
Tiada rupa buat Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia berhak disembah.
(Yajurveda Ch.40:V.8)
Allah tidak berbentuk dan Dia Suci
(Rigveda Book 1 Hymn 164:V.146)
Allah Maha Esa. Panggilah dengan berbagai nama.
(Rigveda Book 10 Hymn 114:V.5)
Tuhan itu satu, Dia disebut dengan berbagai nama.
(Rigveda Book 8 Hymn 1:V.1)
Kami tidak menyembah seseorang kecuali Allah yang satu.
(Rigveda Book 6 Hymn 45:V.16)
Sembahlah Dia saja Tuhan yang sesungguhnya.
(Chandogya Upanishad Ch.6 Sek.2 V.1)
Tuhan hanya satu tidak ada sekutu dengan-Nya
(Shevatashvatara Upanishad Ch 6: V.9)
Allah itu tidak beribu bapa.
KESIMPULAN : Betapa kita harus memikirkan hal ini seketika, di dalam Al-Quran Allah swt hanya menyebut 4 Kitab sahaja iaitu Kitab Taurat (Nabi Musa a.s), Kitab Zabur (Nabi Daud a.s), Kitab Injil (Nabi Isa a.s), Kitab Al-Quran (Nabi Muhammad saw).
AKHIR KATA : Kitab apapun selain dari Kitab Suci Al-Quran BUKANLAH Kitab yang diimani oleh Umat Islam bahkan Nabi-Nabi dari Nabi Adam a.s sehingga Nabi Muhammad saw. Mungkin saja kitab ini mengandungi Firman Allah swt, mengapa tidak! ya memang terdapt Firman Allah tapi bagaimana dengan kesalahan-kesalahan Ilmiah, pertentangan ayat-ayat,  perkara-perkara yang tidak sepatutnya bagi para Nabi dan perkara-perkara yang HARAM bagi Allah?
Oleh kerana itu semua manusia di ajak dialog antara agama, supaya jika kita dapat mengenali dan memahami Konsep Iman Kepada Allah swt dengan yang sebenarnya.
(Surah Ali’Imran 3:64)
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu, iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”. Kemudian jika mereka (Ahli Kitab itu) barpaling (enggan menerimanya) maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.

Tuesday, December 6, 2011

Spirituality in Silat Martial Arts....


Dipetik darihttp://pendekar-safwan.blogspot.com/


Spiritual in Silat


Late Tuan Haji Anuar Abd. Wahab AMN (1945-2009) has wrote the article entitled "Silat itu Satu" or “Silat is One” in SENI BELADIRI magazine, September 2007, from the article it can be concluded that the spiritual knowledge of Malay Silat has been through four stages which take hundreds of years. Each stage of this spiritual knowledge led to change the overall result of the entry of religion, belief and philosophy of the Malay Archipelago.
At first, knowledge of Malay Silat spiritual tradition based on the belief in animism is the worship of trees, rocks and mountains by local people through sorcery practices. They believe the hidden power of our ancestors, curse, and worship. Practitioners will be wearing traditional mysticism amulet amulets of stone, wood, bone and the Raiders spell in the Malay language to show the relationship between the practitioner and the supernatural In addition, the amulet is worn for protection and assistance and protection from the hidden misery itself.
In stage two, the level that influence of Hinduism-Buddhism in the Malay Archipelago. Mysticism has been converted to the religion of just now. However, the practice of animism is still preserved and practiced, but is mixed with faith in the gods-goddesses, sacred, meditation, fasting, praying, yoga, sacred bath, astrologers, magic spells, and the belief in luck and transmission, using talismans amulets of iron, animal bones and skin.

At the third level is the influence of Islam in a variety of ways (as stated in the History of Malaysia). However, Islamic spiritual can’t be fully developed and connected to the heroism of knowledge of Islam as practiced by the Companions and the commander of the time of the Prophet of Islam in the Malay martial spiritual. This is caused by the invasion of the West who regard Islam is the enemy. At this level, spirituality is a mixed martial-Malay mix of old (animism and Hindu-Buddhist) in which practitioners believe in the power of God's compassion, but still practiced mysticism and the create a backup-backup to the angels, 'friends', perennial, demons, saints, sacred spirit of the commander, and the spirit of the animal (tiger, eagle, monkey, etc.) that can assist practitioners when difficult. Do 'semah' rings, bath oils, creating to spell the word knowledge of hindrance, tanks, subjugator, quick, affectionate, lock, ‘pelimun’, ‘petunang’,’pembisa’ and sedative.
The fourth stage is the influence of secularism as a religion as a private business and culture of no relation to worldly affairs. Martial arts and philosophy began to influence many thought that only a house with just a custom or practice of culture the same status as native dances while martial knowledge is knowledge that is used during the war to defend the homeland from external attack. Dance Native only used once as an aristocratic entertainment only and worse it is used or performed for the call, or the 'something'.
Human is made by a strong absolute physical strength, mental and spiritual (spiritual). It strengthens through the mind and spirit through the practice of yoga, breathing, energy, aura, magic, and the source of the practices of various religions, the teachings and beliefs. spiritual practitioner will be able to show exceptional ability for their practices with the critical break stones, break steel or ice cubes, lick the hot iron, burning the body, acid bath, eating glass, metal prick, hold sledge hammer with wood, rattan, bamboo, metal and others. If you open your eyes, there are several martial arts masters to return to see the practices of mysticism and to compete by offering a spiritual practitioner.
Islamic spiritual contribution to the knowledge of the Malay martialappears to have yet been carried out properly. However, some Malay Muslim scholars or Ulama’ who teach martial arts practitioner is aware that after leaving the practice of traditional Malay mysticism and Hindu-Buddhist influences. As a result of the vacancy occurred a spiritual space in warrior knowledge of Malay. To avoid the possibility of spiritual space above the spiritual and filled again, then immediately put down the Malay scholars of Islamic knowledge as well as maintain the spiritual practices of Malay culture which does not conflict with Islamic law. Science education began with the introduction of Islamic spiritual leaders of Islamic warrior as `Umar al Khattab, 'Ali bin Abi Talib, Sayyidina Hamzah Abdul-Muttalib, Khalid Al Walid, Tariq bin Zaid andProphet Muhammad SAW.
Therefore, pesilat (Silat Practitioner) can see Islam as a spiritual and knowledge to developing spiritual strength and physical as well as strengthen the practice of Islam includes matters relating to worship,faith, and building characteristic. Good faith can be nurtured with the knowledge of Islam newborn through spiritual exercise. All form of Islamic spiritual exercise like Aurad and wirid with all its excess provided and in accordance with the requirements of the filler is derived from the spiritual martial tarikat some flow from the flow of the Sunnah Wal Jamaah astarikat Ahmadiah, tarikat Muhammadiah tarikat Naqsyabandiah, tarikat Qadariah and others.
The results of the pesilat can see for themselves the greatness of Allah and the Malay scholars managed to fill the vacancy on the practice of mysticism in martial skills Malay Muslim spiritual good and clean.
It can be concluded that the practice of spirituality or mysticism in the Malay Silat revolutions face four of the belief in animism, Hindu-Buddhist influences, the influence of Islam and secularism. However, the influence of secularism not as strong influences of Malay Silat. Still, Islamic spiritual doesn’t fully extensive influence in Malay Silat spiritual. At present, many teachers and practitioners of mysticism mix-up the spiritual practices of Islam with the spiritual practices of the era and the era of Hindu-Buddhist animism that makes it illegal to Islamic Law.
If you like to know more about Silat and want to know how to get GOOD Silat Training, CLICK HERE.

Sunday, December 4, 2011

DI MANA KAN KUTEMU...........


Di mana gerangan harusku luah hati..........
Di mana harus ku rintihkan SEMUA masalah.....
Di mana harus ku lepaskan rasa terbuku dalam hati.........
Di mana harus ku luahkan kegembiraan.........
Di mana harus ku hadapkan wajahku...........
Di mana kan ketemu SANG KEBENARAN..........
DI MANA.........DI MANA............??

Dunia, tetap berjalan..............
Lakonan maya terus berjalan menurut kehendak.........
Sedang aku masih mencari-cari akan makna.........
TIADA DAYA UPAYA MELAINKAN ATAS KEHENDAK ALLAH..........
Dan ungkapan.........
"Di mana kamu hadap, di situ WAJAH ALLAH............."

Oh ALLAH, ajari daku, bagaimana...............
Tuk menyata semua rasa hati dan juga segala yang bermain di jendela fikiran.......
Jadikanlah MULUT KU MASIN, bak MULUT NABI..............
Jadikanlah PANDANGAN-KU, tepat sepandangan NABI...........
Jadikanlah RASA KESYUKURAN dalam hati seperti NABI.............
Jadikanlah DIRIKU sebaik dan SeKAMIL NABI SAW...............
Bukankah itu jua suruhanMU agar mencontohi baginda SAW............?

Apa saja yang nyata dan SIRR YG ADA PADA RASUL SAW.........
Apa jua, YA ALLAH, RAHSIA TAKDIR, RAHSIA KERAMAT............
RAHSIA MUKJIZAT, RAHSIA KEMURSHIDAN, RAHSIA AJAL...........
RAHSIA JODOH, RAHSIA SEGALA YANG PALING SIRR................

AJARILAH DAKU YA ALLAH!!!!!! Supaya hilanglah segala kebodohanku......
AKU tidak bisa belajar pada orang yang pada zat diri masih belajar........
APATAH LAGI bisa BERLAGAK PULA MENGOMONG..........
MENGETAHUI SEGALA.......RIAK TAKABUR PENUH DI QALBUN........
MENCEMUH pula SANG ARIFF BILLAH...........

YA ALLAH..........TUNJUKI JURUAJAR HAKIKI................
yang membawa sifat RASULULLAH SAW HABIBULLAH...........
Yang tiada pernah berdusta, dan tidak akan membohongi kita lagi............

NUKILAN : SIDI RIJJAL AKA LIJAI AKA MR.JAY..........

Jenis-jenis manusia......





ketahuilah wahai insan, sahabat2 mahupun saudara2 semanusia denganmu maupun musuh2 manusia mu, ketahuilah mereka tiada lari dari 4 yang berikut, dengan ini kita tiada lagi perlu gusar jika ketemu sebarang kriteria ini pada empunya diri2 tersebut :

ketahuilah, adapun :

1. Islam pada Zahir dan Batin = pastinya inilah sahabatmu yg paling beruntung, engkau pasti masuk surga kerana kebaikannya dan ajakan ke arah jalan benar. Mereka lah Insan yang Kamil dan sempurna lagi akan membimbingmu ke Sorga-Nya

2.Islam pada Zahir tetapi Kafir Batin = sesungguhnya, inilah manusia dari kategori yang paling celaka dalam semua yang akan kusebut ini, sebabnya? mudah, mereka ini, di kulit kelihatan sama sepertimu, cakapnya manis di luar, berlagak macam jaguh, kadang-kadang, memang ilmu syariat yang dimilikinya sempurna macam ilmu Syariat yang ada pada Tuhan, tapi janganla lekas mu terpedaya, sesungguhnya, di Batin mereka penuh busuk dan hanyir kerana sifat2 mazmumah. Mereka ini secelaka-celaka, terdiri dari sang Munafik dan segelintir Fasikin besar

3.Kafir pada Zahir tetapi Batin Islam = ini manusia yang jangan kamu memandang luaran mereka, mereka kelihatan seperti orang2 kafir atau non-Muslim yang lain, tetapi mereka dalam diam menyimpan keimanan kepada Allah Rabbul Jalil, cuma mereka tidak mengishtihar kerana banyak faktor, antaranya, mengelak fitnah kerana mereka takut kepada ancaman, bukankah Nabi SAW sendiri menerima Iman di dalam hati? Bukankah umat Islam zaman dahulu pon ada yang terpaksa mengaku kafir kerana khuatir dibunuh sang kafir yang zalim, tetapi beriman di hati dan mereka mengadu kepada Rasul SAW lalu apa Rasul SAW kata? Iman itu bernilai dan dipakai kerna Allah Maha Mengetahui apa yang di dalammu. Mereka kadang2 nampak macam Rahib2 ajaran2 lama yang kebanyakannya telah tersesat tetapi mereka menutup rahsia keimanan mereka dari umum atas asbab tersendiri

4.Kafir Zahir dan Kafir Batin = ini manusia yang celaka, mereka memang terdiri dari api yang panas dan tidak menerima sebarang kebenaran yang ditujukan ke hati mereka. Mereka menutup pintu hati mereka dari APA JUA kebenaran yang datang. Mereka mengambil jalan mudah dengan mengingkari sama sekali ajaran Tuhan secara mutlak, dan mereka ini habuan mereka hanya satu jua, Api Naar yang menyala dan mambakar

Begitulah serba sedikit ciri-ciri sahabatmu, semoga kita diberi mata bashirah untuk meneliti sifat2 saudara2 dan sahabat2 kita, agar kita tidak lagi terjerat dengan manusia yang memakai pakaian Iblis dan neraka jahannam ini....



Nukilan : Sidi Ar-Rijjal aka Lijai aka Mr Jay

Friday, December 2, 2011

RAHSIA GUNUNG QAF

RAHSIA GUNUNG QAF


:::::::::::::::::::::::::

Rasulullah SAW bersabda :
Sesungguhnya di balik gunung Qof terdapat sebidang tanah putih yang tiada tumbuhannya. Luas tanah itu seperti luas dunia tujuh kali, disitu penuh sesak dengan malaikat. Sehingga andaikata sebuah jarum dijatuhkan dari atas niscaya terjatuh diatas salah satu dari mereka.
Tiap-tiap tangan mereka memegang bendera yang panjangnya empat puluh farsakh. Tiap bendera tulisannya.
“Laailaahaillallaah-Muhamammadur Rasulullah”.

Tiap-tiap malam jum’ah, mereka berkumpul dikeliling gunung itu untuk merendahkan diri kepada Allah, dan memohon keselamatan buat umat Muhammad SAW.
Jika fajar subuh sudah terbit, mereka berdo’a : Ya Allah, ampunilah orang yang mandi hari Jum’ah dan yang datang menghadiri Jum’ah. Mereka berdo’a dengan suara tangis dan keras.
Lalu Allah berfirman : Hai Malaikatku ! Apa yang kalian kehendaki ?
Mereka menjawab : Kami berkehendak, engkau mau mengampuni dosa umat Muhammad SAW. Aku telah mengampuni mereka, jawab Allah SWT.
Bukit Qaf yang dicipta oleh Allah dari jamrud yang hijau (sehingga warnanya berpengaruh terhadap warna biru langit dunia yang sering dan selalu kita saksikan) adalah bukit yang mengelilingi ke segenap penjuru pada urat bumi agar bumi tidak bergerak bergoncang dan ia dijaga oleh satu malaikat yang besar, kekar dan kuat.
Pada suatu hari Saidina Iskandar Zul-Qarnain naik ke atas bukit Qaf dan bertanya: “Hai Jabal Qaaf, di bawahmu ada sejumlah bukit-bukit kecil, coba ceritakan kepadaku kekuasaan Allah yang demikian itu”, jawab bukit Qaaf: “Di balik saya ada bumi yang berjarak 500 tahun perjalanan ditambah pula oleh Allah yang memiliki kekuasaan yang sangat besar yakni 500 buah bukit yang dijadikan dari air yang dibekukan, bukan es atau salju. Dengan air yang dibekukan dimaksudkan sebagai daya tahan terhadap lapisan-lapisan bumi agar tidak habis hancur terbakar oleh kedahsyatan ganasnya api neraka yang ada di bawah lapisan bumi yang terbawah”. “Dan dipancangkan-Nya di bumi itu gunung menjadi pasaknya agar kamu tidak berguncang” (Luqman: 10). “Dan bersegeralah untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu serta mendapatkan surga seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa” (Ali Imran: 133).
Seluas langit dan bumi memberikan arti dua kali lipat. Langit berpasangan dengan bumi, matahari dengan bulan, siang dengan malam. “Maha Suci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu berpasangan” (Yasin: 36). Kita dipastikan mengerti maksud berpasangan itu bagaimana. Tentunya luas, panjang, lebar dan besarnya adalah sama. Kalau tidak sama, orang jawa menyebutnya “Gitang” (pincang). “Sesungguhnya Allah telah menciptakan tujuh langit dan bumi seperti itu pula” (al-Thalaq: 12).
Sewaktu Saidina Abdullah bin Salam bertanya kepada Nabi Saw.: “Dengan apa bumi ini bisa tenang?”, jawab Nabi Saw.: “Dengan beberapa gunung“, pertanyaan berikutnya: “Dengan apa gunung-gunung itu dikokohkan?”, jawab Nabi Saw.: “Dengan gunung Qaf yang dibuat dari zamrud hijau dan birunya langit“, setelah itu ditanya lagi: “Berapa jarak tingginya dari bumi ke langit dunia?”, jawab Nabi Saw.: “500 tahun perjalanan“. Pertanyaan selanjutnya tentang jarak antara perjalanan kiri dan kanannya (utara-selatan) dari titik tengah? jawab Nabi Saw.: “200 tahun perjalanan” dan ketika ditanyakan tentang penghuni bumi yang berlapis tujuh itu. Nabi Saw. menyebutkan: “Penghuni lapisan ketujuh adalah para malaikat, penghuni lapisan keenam adalah Iblis beserta bala tentaranya, penghuni lapisan kelima adalah setan, penghuni lapisan keempat adalah ular, penghuni lapisan ketiga adalah kalajengking, penghuni lapisan kedua adalah jin, dan penghuni lapisan pertama adalah manusia“. Allah berfirman: “Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang mendampingi” (al-Ra’d: 4).
Berkaitan dengan ayat ini, Nabi Saw. selanjutnya menerangkan bahwa di belakang gunung Qaf ada +70 bumi dari misik (kasturi), +70 bumi dari emas, +70 bumi dari besi, +70 bumi dari Anbar, +70 bumi dari kapur. Di belakang ini semua terdapat alam malaikat. Tidak ada satu manusia-pun yang mengetahui jumlah para malaikat ini kecuali Allah, dan mereka bertasbih dengan kalimat: “La Ilaha Illallah Muhammadun Rasulullah”.
Dalam masalah bumi ini, Saidnuna Ibnu Abbas Ra. mengatakan: “Bahwasanya tiap-tiap bumi, sebagian dari padanya seperti bumi kita ini dan di dalamnya terdapat alam seperti alam kita”.
Nabi Saw. bersabda: “Hai Aisyah! di alam yang tidak nampak ini, terdapat hujan, mendung, matahari dan bulan. Tidak ada yang mengetahui kecuali kekasih Allah dan orang-orang yang baik“.
kita bincang daripada permulaan alam..jangan baca jak..tetapi BINCANG
Alam keseluruhannya dinamakan alam kejadian atau alam makhluk atau segala sesuatu yang Allah ciptakan daripada yang sekecil-kecilnya hinggalah ke sebesar-besarnya. Makhluk kejadian Allah boleh dibahagikan kepada tiga peringkat alam.

1: Alam Syahadah

2: Alam Misal

3: Alam Arwah.

Alam Syahadah adalah benda dalam erti kata yang luas. Jangan menyangka sesuatu yang jauh dan tidak dapat dipandang dengan mata kasar itu sebagai bukan benda. Jika bintang merupakan benda yang paling jauh kelihatan pada pandangan kita, yang lebih jauh daripada bintang dan tidak dapat dipandang juga termasuk dalam kumpulan kebendaan. Benda atau jisim boleh dibahagikan kepada tiga kategori:
1: Jisim yang boleh dilihat dan dipegang
2: Jisim tipis yang ditembusi pandangan (transparent)
3: Jisim halus yang ghaib.
Ketiga-tiga jenis jisim tersebut boleh didapati di dalam Alam Syahadah. Alam Syahadah pula boleh dibahagikan kepada empat peringkat alam.
1: Alam Langit Dunia
2: Alam Bumi
3: Alam Langit-langit
4: Alam al-Kursi Yang Agung.

ALAM LANGIT DUNIA

Satu bahagian kecil daripada alam ini ialah planet bumi di mana tinggal di atasnya makhluk yang berbangsa manusia. Planet bumi bersama-sama bulan dan planet-planet yang lain berada di dalam satu tingkatan alam yang dinamakan Sistem Matahari. Pada mulanya ahli astronomi menyangkakan matahari menjadi pusat kepada alam. Penemuan kemudiannya menunjukkan matahari hanyalah sebiji bintang di antara jutaan bintang-bintang. Apabila ilmu astronomi semakin maju manusia menemui maklumat bahawa kumpulan bintang-bintang yang sangat banyak membentuk satu galaxy. Ahli astronomi membuat anggaran terdapat kira-kira satu ratus ribu juta bintang dalam galaxy yang ada planet bumi. Bintang-bintang berpusing mengelilingi satu pusat yang dipanggil Pusat Sistem Galaxy. Ahli astronomi membuat kiraan dan mendapati matahari kita mengambil masa 225 juta tahun untuk mengelilingi Pusat Sistem Galaxy satu pusingan.
Di samping galaxy yang terkandung planet bumi terdapat pula galaxy-galaxy lain. Bintang-bintang bagi setiap galaxy mengelilingi Pusat Sistem Galaxy masing-masing. Ada ahli astronomi membuat kiraan dan menganggarkan terdapat kira-kira 10 ribu juta galaxy semuanya.
Ukuran di antara bintang-bintang dan galaxy-galaxy tidak lagi diukur dengan kiraan batu atau kilometer, tetapi digunakan sukatan tahun cahaya. Cahaya bergerak selaju 186,000 batu satu saat. Hasil kiraan ahli astronomi mendapati jarak matahari kita dengan bintang yang paling hampir ialah 4 ? tahun cahaya.
Tiap galaxy bergerak dengan kelajuan yang berbeza. Galaxy yang dekat dengan kita lambat pergerakannya sementara yang lebih jauh lebih pantas pergerakannya. Pada jarak tertentu galaxy tidak kelihatan lagi kerana ia sudah lebih laju daripada cahaya lalu membawa cahayanya bersama-sama dan tidak mungkin lagi cahaya tersebut sampai ke bumi. Hasil kiraan ahli astronomi mendapati jarak di mana galaxy membawa cahaya bersama-samanya ialah tidak kurang daripada 13 ribu juta tahun cahaya. Inilah perbatasan ahli astronomi yang dapat dicapai melalui bantuan teleskop yang paling canggih. Kesemua galaxy tersebut berada di dalam satu alam yang bulat dan mengembang seumpama belon yang ditiupkan angin ke dalamnya.
Hasil penemuan melalui teleskop melahirkan teori-teori untuk menceritakan keadaan galaxy-galaxy selepas batas teleskop. Timbullah istilah Group, Metagalaxy, Teragalaxy dan sebagainya, sehingga sampai kepada yang tanpa batas (infinity).
Teori-teori tersebut adalah bersifat mungkin dan agak-agak sahaja. Walaupun bersifat mungkin dan agak-agak tetapi bila disandarkan kepada sains dan teknologi manusia umum dapat menerimanya sebagai kebenaran. Malangnya teori yang dibuat oleh ahli agama berdasarkan kitab ilmu alam yang paling jitu yang ‘ditulis’ sendiri oleh Pencipta alam, tidak dapat diterima umum kerana tidak saintifik. Sains siapa yang lebih hebat di antara sains yang menghidupkan orang ‘mati’ dengan memasukkan darah dan memindahkan organ dengan sains yang membangkitkan orang yang di dalam kubur hanya dengan berkata, :”Bangunlah kamu dengan izin Allah”. Sesungguhnya sains “Dengan izin Allah” tidak dapat dicabar dan tidak mungkin dicabar oleh sains manusia buat selama-lamanya. Oleh itu apabila sains manusia mengaku kalah berpindahlah kepada sains “dengan izin Allah”. Pasti keterangan yang lebih lanjut dan jelas dapat diperolehi.
Ahli agama yang mendapat sains “Dengan izin Allah” dinamakan ahli al-hak, ertinya pakar yang sebenarnya. Ada juga kalangan masyarakat menamakan mereka sebagai manusia kebenaran atau orang kebenaran. Malangnya pula manusia kebenaran ini dianggap sebagai orang yang ‘betul bendul’. Tertutuplah rahsianya sebagai ahli sains yang hakiki dan tidak adalah orang yang bertanyakan perkara sains kepadanya.
Penghulu kepada sekalian ahli al-hak, Nabi Muhamamd .s.a.w, telah menjelajah ke seluruh alam maya sehingga ke puncak yang paling tinggi, yang tidak ada lagi alam kejadian selepas itu. Baginda s.a.w menceritakan apa yang baginda saksikan. Cerita yang dikhabarkan oleh Rasulullah s.a.w menjadi pedoman bagi ahli al-hak yang lain untuk mencungkil rahsia alam maya, seterusnya membina teori alam maya berdasarkan keterangan Rasulullah s.a.w dan penyaksian mereka sendiri. Bertaburanlah maklumat tentang alam maya yang telah dikeluarkan oleh manusia-manusia kebenaran yang tidak pernah mempelajari sains dan tidak tahu istilah-istilah sains. Mereka menggunakan istilah mereka sendiri. Timbullah teori bumi berada di atas tanduk lembu. Lembu pula berada di atas belakang ikan nun. Lembu memakan rumput yang tumbuh di atas belakang ikan. Apabila lembu bergerak berlakulah kegoncangan di atas bumi. Mendengar teori yang demikian orang terus menutup telinga, tidak masuk akal, Israiliyat dan karut. Padahal teori itu dikeluarkan oleh seorang yang diperakui ilmunya oleh Rasulullah s.a.w kerana baginda sendiri mendoakan agar mengurniakannya ilmu dan kefahaman. Beliau adalah Ibnu Abbas r.a.
Apabila ahli nujum membuat teori mengenai bintang 12, di antara 12 bintang tersebut ada dua bintang yang dinamakan lembu dan ikan. Ada pengaruh mempengaruhi di antara bintang lembu dengan bintang ikan dan juga bintang-bintang lain kepada penduduk di atas muka bumi. Teori ahli nujum tersebut diterima dengan penuh yakin sehingga boleh dikatakan semua orang tahu bintangnya masing-masing. Mereka boleh percaya kepada bintang lembu dan ikan yang dikatakan oleh ahli nujum tetapi menolak perkataan ahli kasyaf yang dapat menyaksikan apa yang tidak dapat dilihat oleh mata kasar.
Kita kembali kepada Alam Langit Dunia. Kita mulai dari satu planet yang bernama bumi di mana kita tinggal di atasnya. Planet yang kita tinggal ini dinamakan bumi kerana kita mendiaminya. Jika kita mendiami bulan maka bulanlah bumi kita. Jika kita mendiami matahari maka mataharilah bumi kita. Jadi, maksud bumi adalah relatif. Yang menjadi identiti bumi ialah ia berada di dalam satu kerangka. Bagi planet bumi kita banjaran gunung-gunung menjadi kerangka. Gunung di atas bulan menjadi kerangka bulan.
Apabila planet bumi yang kecil ini berada di dalam satu kumpulan yang mengandungi berjuta-juta bintang ia dinamakan galaxy. Terdapat banyak galaxy sehingga sampai kepada satu peringkat semua galaxy tersebut berada di dalam satu kerangka. Seperti di planet bumi kerangka galaxy juga dinamakan gunung. Ia diistilahkan sebagai Gunung Qaf. Gunung Qaf merupakan satu alam yang luas yang terdapat di dalamnya banyak galaxy. Di samping Gunung Qaf yang planet bumi ada di dalamnya terdapat enam Gunung Qaf yang lain. Jumlah Gunung Qaf semuanya adalah tujuh. Tujuh Gunung Qaf itu berada atau terapung-apung di dalam ruang angkasa yang luas yang dikelilingi oleh satu bulatan yang dinamakan Langit Dunia atau Langit Rendah atau Langit Pertama.
Apabila planet bumi sudah menjadi terlalu kecil dibandingkan dengan kewujudan yang lain, konsep bumi itu pun berubah. Pada peringkat ini satu alam di dalam satu Gunung Qaf dinamakan satu bumi. Tujuh Gunung Qaf menjadi tujuh bumi. Terdapat tujuh bumi yang dilengkungi oleh Langit Dunia. Seluruh alam di dalam Langit Dunia ini dinamakan Alam al-Mulk. Jika istilah Alam al-Mulk dirasakan tidak sesuai maka boleh juga digunakan istilah Universe. Begitulah keadaan Universe yang digambarkan oleh ahli al-hak berdasarkan penyaksian mata hati mereka.

ALAM BUMI

Langit Dunia, iaitu langit pertama merupakan permulaan Alam Malakut Bawah yang dinamakan juga Alam Barzakh, tempat roh yang meninggalkan jasad berhenti sementara menunggu ditiup sangkakala. Langit Dunia dengan segala isinya menjadi satu alam kecil terapung di dalam ruang angkasa alam Langit Kedua. Begitulah keadaannya sehinggalah sampai ke alam Langit Ketujuh.
Selepas Langit Ketujuh terdapat satu tingkat Alam Ghaib, bukan lagi Alam Syahadah. Alam Ghaib ini terdiri daripada benda juga Cuma ia ghaib daripada pancaindera. Bahagian pertama daripada Alam Ghaib ini dinamakan Sidratul Muntaha. Sidrat bermakna pokok bidara dan muntaha bermakna yang penghabisan. Sidratul Muntaha bermakna pokok bidara yang penghabisan. Ia merupakan satu tingkat alam yang menjadi perbatasan, tempat berhenti perjalanan dan ilmu makhluk yang dari alam atas dengan alam bawah. Apa sahaja yang datang dari bawah terhenti di Sidratul Muntaha dan apa sahaja yang turun dari atas juga terhenti di Sidratul Muntaha. Hanya yang mendapat keizinan dapat menyeberangi perbatasan ini.
Peristiwa mikraj menceritakan, “Kemudian baginda s.a.w sampai ke langit ke tujuh…tiba-tiba didapatinya Nabi Ibrahim a.s…Kemudian aku (Nabi Muhamamd s.a.w diangkat ke Sidratul Muntaha. Tiba-tiba kelihatan buahnya seperti tempayan dan daunnya seperti telinga gajah”.
Pada planet bumi kita ada pulau-pulau seperti tempayan dan semenanjung seperti telinga gajah. Alam Sidratul Muntaha juga mempunyai ciri-ciri yang demikian.
Pada bahagian tengah Sidratul Muntaha terdapatlah Baitul Makmur yang menjadi pusat pentadbiran alam bawah. Di bahagian atas Sidratul Muntaha terdapat satu lagi bahagian Alam Ghaib yang dinamakan al-Kursi berbentuk empat persegi. Seluruh alam maya yang diperkatakan hingga kini berada di dalam ruang alam al-Kursi yang ghaib ini. Al-Kursi pula menjadi alam yang kecil di dalam ruang alam Arasy ar-Rahman, yang masih lagi di dalam peringkat Alam Ghaib. Di bawah daripada Arasy ar-Rahman terdapat satu kumpulan syurga tujuh tingkat: Darul Jalal, Darussalam, Jannatul Ma’wa, Jannatul Khuldi, Jannatul Na’im, Jannatul Firdaus dan Jannatul ‘Adn.
Di kanan Arasy ar-Rahman terdapat pula sempadan yang memisahkan alam yang di atasnya dengan alam yang di bawahnya, dinamakan Sidratul Muntaha kedua. Arasy ar-Rahman dan Sidratul Muntaha kedua berada di dalam ruang angkasa bulatan Alam Syahadah semula yang dinamakan al-Mastawa. Al-Mastawa bukan lagi Alam Ghaib tetapi alam nyata. Pada keliling permukaan al-Mastawa terdapat Loh Mahfuz yang padanya al-Qalam menulis perintah Allah.
Al-Mastawa dengan segala isi kandungannya berada dalam satu bulatan alam yang juga Alam Syahadah, yang dinamakan Bumi Rendah atau Bumi Pertama. Alam Bumi Pertama ini dikelilingi oleh tiga lapisan alam. Lapisan pertama dinamakan Alam Laut. Lapisan Kedua dinamakan Alam Angin. Lapisan ketiga dinamakan Alam Kegelapan. Semuanya berada di dalam ruang angkasa Bumi Kedua. Bumi Kedua berada di dalam ruang angkasa Bumi Ketiga dan Begitulah seterusnya hingga ke Bumi Ketujuh.
Semua peringkat alam sehingga alam Bumi Ketujuh berada di dalam ruang angkasa bulatan alam yang dinamakan Alam Gunung Kemurkaan. Alam Gunung Kemurkaan berada di dalam bulatan alam yang dinamakan Alam Lautan Kegelapan. Di dalam Alam Lautan Kegelapan di bawah Alam Gunung Kemurkaan terdapat an-Nar atau neraka. Ada tujuh tingkat neraka: Jahannam, Sa’ir, Luzi, Huthamah, Jahim, Saqar dan Hawiyah.
Alam Lautan Kegelapan dikelilingi oleh lapisan alam yang dinamakan Alam Kegelapan. Di dalamnya terdapat Sijjin, penjara tempat disimpan roh-roh dan catatan amalan orang-orang kafir. Mengelilingi Alam Kegelapan ialah Alam Gunung Pendakian. Alam Gunung Pendakian dengan segala isinya berada di dalam kerangka yang dinamakan juga Gunung Qaf. Semua peringkat alam yang diperkatakan hingga kini termasuklah Gunung Qaf terakhir ini diistilahkan sebagai Alam Bumi. Ia masih di dalam peringkat Alam Malakut Bawah atau Alam Barzakh.

ALAM LANGIT-LANGIT

Alam Bumi bergerak pada satu lakaran mengelilingi satu pusat yang dinamakan Kalbu Langit-langit. Selepas lakaran pusingan Alam Bumi ada pula tujuh lakaran lain, menjadikan lapan lakaran semuanya. Pada lakaran pertama hanya Alam Bumi berpusing mengelilingi Kalbu Langit-langit. Pada lakaran kedua terdapat 70,000 bulatan alam-alam mengelilingi Kalbu Langit-langit. Begitu juga pada lakaran ketiga sehingga lakaran ke lapan. Bulatan alam pada tujuh lakaran selepas lakaran Alam Bumi tersebut dinamakan Alam Langit-langit tujuh lapis. Alam Langit-langit ini sangat indah dan menjadi syurga Barzakh yang sekarang didiami oleh para malaikat. Ini adalah kumpulan syurga yang kedua, jua mempunyai tujuh tingkat dan memakai nama yang sama seperti syurga kumpulan pertama.
Selepas lakaran pusingan Alam Langit-langit ada satu lagi lakaran yang ke sembilan. Pada lakaran yang ke sembilan ini terdapat dua belas buah bulatan alam yang juga mengelilingi Kalbu Langit-langit. Alam yang dua belas ini dinamakan Buruj Alam Atas. Dan diberi nama mengikut lambang malaikat yang memerintah pada setiap alam tersebut: biri-biri, lembu, kembar dua, ketam, singa, gadis, neraka, busur panah, kambing, timba dan ikan. Begitulah nama 12 Buruj Alam Atas.
Sebenarnya terdapat juga Buruj Alam Bawah, iaitu bintang-bintang tertentu dalam Langit Dunia yang menjadi tempat pengawalan malaikat, menjaga supaya tidak ada syaitan yang dapat naik ke atas untuk mencuri maklumat dari alam atas. Mana-mana syaitan cuba menceroboh akan dipanah dengan panah api. Buruj Alam Atas pula bukanlah bintang tetapi adalah 12 buah alam yang sangat luas.
Planet bumi tempat kita tinggal ini apabila ia berpusing satu pusingan pada paksinya terjadilah satu hari. Apabila ia berpusing satu pusingan mengelilingi matahari terjadilah satu tahun matahari. Alam Bumi yang besar di dalam Alam Barzakh itu apabila berpusing satu pusingan di atas paksinya satu hari Alam Bumi yang dinamakan Hari Allah, bersamaan dengan satu ribu tahun matahari.
“Dan satu hari di sisi Tuhan kamu adalah seribu tahun mengikut hitungan kamu”. (Surah al-Hajj, ayat 47).
Ukuran kelajuan pada peringkat ini bukan lagi kelajuan cahaya tetapi kelajuan malaikat, nur yang jauh lebih seni daripada sebarang cahaya yang diketahui.
“”Malaikat dan roh naik kepada-Nya pada satu hari yang kadar ukurannya lima puluh ribu tahun”. (Surah al-Ma’arij, ayat 4).
Satu hari perjalanan malaikat bersamaan lima puluh ribu tahun matahari.
Kalbu Langit-langit memancarkan nur keseluruh alam-alam di sekelilingnya. Nur yang dipancarkan itu adalah ilmu Allah. Malaikat katibun menerima pancaran tersebut dan menulisnya di Loh Mahfuz dalam Alam Bumi.

AL-KURSI YANG AGUNG

Semua alam-alam yang diperkatakan sehingga ini berada di dalam ruang angkasa al-Kursi al-A’dzam (al-Kursi Yang Agung), yang menjadi batas terakhir Alam Syahadah. Alam selepas al-Kursi Yang Agung ini adalah Alam Ghaib yang dinamakan Alam Misal.

2: ALAM MISAL

Alam Syahadah yang berbataskan al-Kursi Yang Agung dengan segala isinya berada di dalam ruang angkasa Alam Ghaib yang dinamakan al-Arasy al-Majid (al-Arasy Yang Megah), yang sudah termasuk dalam peringkat Alam Misal. Rasulullah s.a.w memberi gambaran tentang keluasan al-Arasy al-Majid, “Hai Abu Zar. Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh di sisi al-Kursi hanya seumpama sebentuk cincin di atas padang pasir luas, dan al-Kursi di sisi al-Arasy hanya seumpama sebentuk cincin di atas padang pasir yang luas pula. Lebihnya al-Arasy daripada al-Kursi seperti lebihnya padang pasir yang luas daripada sebentuk cincin tersebut”.
Di bawah al-Arasy al-Majid terdapat pula sempadan yang memisahkan makhluk alam bawah daripada makhluk alam atas. Sempadan ini dinamakan Sidratul Muntaha ke tiga. Al-Arasy al-Majid mempunyai 18,000 tiang. Di sisi tiap-tiap tiang terdapat gugusan alam-alam yang merupakan syurga kumpulan ke tiga. Syurga kumpulan ini dinamakan Jannatul Firdaus Atas. Ia merupakan salah satu syurga yang tidak binasa bila berlaku kiamat. Syurga Jannatul Firdaus Atas menjadi sempadan terakhir Alam Barzakh atau Alam Malakut Bawah. Al-Arasy al-Majid yang di dalamnya terkandung Alam Barzakh, sudah termasuk di dalam peringkat Alam Malakut Atas.
Al-Arasy al-Majid mengelilingi satu pusat, pada satu lakaran. Pusat yang dikelilingi oleh al-Arasy al-Majid ini dinamakan Kalbu Alam. Lakaran pusingan al-Arasy al-Majid merupakan salah satu daripada seribu lakaran. Pada setiap lakaran itu terdapat satu buah alam yang besarnya lebih kurang sebesar al-Arasy al-Majid. Jadi, terdapat seribu alam-alam mengelilingi Kalbu Alam. Alam-alam tersebut dinamakan alam Arasy-arasy. Kalbu Alam menjadi pusat dan menguasai Arasy-arasy tersebut.
Al-Arasy al-Majid sama dengan Arasy-arasy yang lain terletak di dalam ruang angkasa alam yang dinamakan Alam Hijab. Alam Hijab yang mengandungi Arasy-arasy ini berada di dalam peringkat Alam Hijab yang lain pula, berlapis-lapis sehingga 70,000 lapis bagi satu peringkat Alam Hijab yang dinamakan Hijab Nur Putih. Kemudian ia diikuti oleh peringkat Alam Hijab yang lain, hinggalah kepada beberapa peringkat. Setiap peringkat mengandungi 70,000 lapisan Hijab. Peringkat terakhir dinamakan Hijab Ketunggalan, yang juga terdiri daripada 70,000 lapisan. Peringkat Hijab Ketunggalan berakhir dengan lapisan Hijab yang dinamakan Hijab Hamparan Emas.
Alam-alam bermula daripada al-Arasy al-Majid hingga ke lapisan Hijab Hamparan Emas merupakan syurga yang dinamakan Iliyyun. Ia juga terdiri daripada tujuh tingkat seperti syurga-syurga yang lain. Di Iliyyun inilah disimpan catatan amalan orang-orang yang beriman yang baik-baik.
Di atas permukaan Hijab Hamparan Emas terdapat umbi bagi Sidratul Muntaha ke empat.
Seluruh alam yang dinyatakan sehingga ini berada di dalam ruang alam yang dinamakan al-Arasy al-Karim (al-Arasy yang mulia). Ia menjadi batasan terakhir Alam Misal.
Manusia yang berada dalam Alam Syahadah di planet bumi, lebih-lebih lagi yang terkongkong dengan alam jasad, hanya memandang kepada yang zahir atau nyata sahaja. Akal fikirannya sukar menggambarkan betapa seninya jisim pada Alam Misal. Tetapi bagi seorang insan yang tinggi makamnya di sisi Allah dapat masuk ke dalam Alam Misal dan melihat keadaan di dalam alam tersebut, dan mendapati Alam Misal adalah satu alam yang boleh disaksikan dan dirasa, seperti Alam Syahadah juga. Apa yang ghaib itu apabila dibukakan ia menjadi nyata dan boleh berinteraksi dengannya. Jika ada kerusi di dalam alam ghaib itu maka kerusi tersebut boleh diduduki. Jika ada buah-buahan di sana maka buah-buahan tersebut boleh dimakan. Begitu juga air yang ada di sana.
Jisim tipis dalam Alam Misal dipanggil an-Nuur. Jisim bersifat nuur adalah jisim yang sangat murni. Ia juga merupakan benda-benda seperti benda-benda yang ada dalam Alam Syahadah. Ada yang bercahaya menyilaukan pandangan, ada yang cair seperti air dan ada yang padat seperti tanah dan logam. Tetapi ia lebih murni, lebih indah dan lebih ajaib daripada apa yang ada dalam Alam Syahadah.

3: ALAM ARWAH

Peringkat terakhir Alam Misal ialah al-Arasy al-Karim, selepasnya bermula pula Alam Arwah (Alam Roh). Pada Alam Arwah terdapat juga alam-alam Hijab. Seluruh al-Arasy al-Karim bersama-sama segala isi kandungannya berada di dalam bulatan sejenis Alam Hijab yang lebih ghaib dan lebih seni. Ada beberapa peringkat Alam Hijab dalam Alam Arwah. Setiap peringkat ada 7,000 lapis Hijab. Lapisan pertama daripada Alam Hijab itu dinamakan Hijab Permata.
Hadis mengenai mikraj menceritakan, “Hingga aku sampai pada Hamparan Emas. Kemudian aku maju lagi bersama malaikat wakil Hijab Hamparan Emas terus ke Hijab Permata, lalu mengetuk-ngetuknya. Berkata malaikat di belakang Hijab, ‘Siapa ini?’ Ia menjawab, ‘Tuan punya Hijab Hamparan Emas dan ini Muhammad Rasul Rabbil ‘Izzati’. Berkata malaikat itu, ‘Allahu Akbar!’ Ia pun menghulurkan tangannya dari bawah Hijab dan meletakkan daku di hadapannya. Begitulah keadaannya dari satu Hijab kepada Hijab yang lain hingga aku melampaui 70,000 Hijab, tebal tiap-tiap Hijab 500 tahun”.
“Maka meluncurlah bersamaku malaikat itu lebih cepat dari sekelip mata hingga sampai ke Hijab Permata. Ia mengetuk pintu Hijab. Berkata malaikat dari sebalik Hijab, ‘Siapa ini?’ Ia berkata, ‘Saya tuan punya Hamparan Emas. Ini Muhamamd Rasul al-‘Arabi bersamaku.’ Berkata malaikat itu, ‘Allahu Akbar!’ Lalu ia mengeluarkan tangannya dari bawah Hijab hingga dia meletakkan daku dihadapannya. Begitulah keadaannya dari satu Hijab kepada Hijab yang lain. Tiap-tiap satu Hijab perjalanannya lima ratus tahun dan di antara satu Hijab dengan Hijab yang lain lima ratus tahun”.
Semua lapisan Alam Hijab bermula selepas al-Arasy al-Karim merupakan syurga-syurga yang dipanggil secara tunggal dengan nama Darul Khulud, negeri yang abadi. Ia juga mengandungi tujuh tingkat dengan tujuh nama seperti syurga-syurga yang lain. Jannatul ‘And merupakan syurga yang paling tinggi, paling besar dan paling indah. Di dalamnya ada Syajaratul Thubi, pokok thubi, yang terdapat padanya satu syurga yang menjadi induk bagi semua syurga, dinamakan Darul Qarar, negeri ketetapan.
Di atas Jannatul ‘And adalah al-Arasy al-‘Adzim, arasy yang besar. Ia dinamakan juga al-Arasy al-Muhith, arasy yang meliputi, maksudnya meliputi seluruh alam makhluk. Al-Arasy al-‘Adzim merupakan bulatan terakhir atau kerangka yang paling luar bagi seluruh alam kejadian, alam makhluk atau apa sahaja yang Allah ciptakan. Al-Arasy al-‘Adzim mengandungi 70 juta lapisan kulit-kulit yang di antara satu kulit dengan kulit yang lain terdapat ruang angkasa. Al-Arasy al-‘Adzim dijadikan daripada nuur, jisim yang bersifat nurani, lagi seni dan tinggi. Hadis menceritakan tentang nuur al-Arasy al-’Adzim, “Diliputi pada tiap-tiap hari oleh seribu warna dari nuur”. “(Diliputi) 70,000 warna dari nuur, tiada dapat dipandang kepadanya oleh seorang pun dari makhluk”.
“Nuur al-Arasy al-‘Adzim kalau dizahirkan kepada penduduk dunia ini dan (dalam keadaan) ia telah merendahkan diri (kepada Allah) nescaya lemah cahaya matahari bersamanya sebagaimana lemah cahaya pelita bersamanya (cahaya matahari) dan lebih kurang lagi”.
Meskipun nuur al-Arasy al-‘Adzim itu sangat kuat namun, orang yang mencapai makam yang tinggi pada sisi Allah dapat mendekatinya tanpa terjadi apa-apa dan mendapatinya suatu jisim alam yang sangat indah, tiada bandingannya.
Di bawah al-Arasy al-‘Adzim ada pula Loh Mahfuz yang kedua. Catatan yang tertulis di sini diambil oleh malaikat dan diturunkan kepada Kalbu Alam yang kemudian memancarkannya kepada Alam-alam Arasy, termasuklah al-Arasy al-Majid. Dari al-Arasy al-Majid ia diturunkan pula kepada Kalbu Langit-langit yang kemudiannya dipancarkan kepada Alam Langit-langit termasuklah Alam bumi di dalam Alam Barzakh. Begitulah salah satu cara perintah Tuhan turun seperingkat demi peringkat hingga sampai kepada masing-masing yang telah ditentukan.
Di bahagian atas al-Arasy al-‘Adzim yang paling luar dan paling tinggi terdapat satu alam yang besar dan indah dinamakan Qubah. Ia merupakan tempat yang paling tinggi dalam seluruh alam makhluk. Qubah ini merupakan syurga yang lebih indah daripada syurga-syurga yang lain. Ia juga terdiri daripada tujuh peringkat syurga seperti syurga-syurga yang lain.
Di dalam alam Qubah yang besar ini, pada bahagian yang paling atas, terdapat satu Qubah yang lebih kecil yang terdiri dari Permata Putih, berupa seperti sebuah mahligai yang besar terapung di ruang angkasa Qubah besar. Qubah Permata Putih ini merupakan tempat terakhir perjalanan mikraj Rasulullah s.a.w.
Qubah besar menjadi pusat pentadbiran alam di bawahnya sebagaimana Baitul Makmur menjadi pusat pentadbiran alam yang lebih bawah. Qubah yang kecil pula menjadi inti atau istana bagi Qubah besar.
Apabila dilihat kepada keseluruhan alam makhluk maka bahagian yang ada Qubah itu diisyaratkan sebagai bahagian atas. Jika dibandingkan dengan sebiji buah maka Qubah itu adalah umpama tampuk yang menentukannya sebagai bahagian atas dan lawannya sebagai bahagian bawah.
Hingga kepada al-Arasy al-‘Adzim yang terdiri daripada 70 juta lapisan dengan Qubah di bahagian atasnya, maka tamatlah perbicaraan mengenai Alam Malakut Atas dan berakhir juga ilmu manusia tentang alam. Al-Arasy al-‘Adzim itulah kerangka alam. Ia adalah sebesar-besar makhluk. Seluruh alam atau kejadian yang Tuhan jadikan berada di dalamnya. Sekaliannya dinamakan Alam sahaja, atau dinamakan juga Alam Kejadian atau Alam Makhluk atau A’yan Luar atau al-Mumkinat (segala yang mungkin) atau Alam Yang Baharu atau Yang Selain Allah. Semuanya menggambarkan apa yang termasuk di dalam kalimah “KUN” (jadilah kamu).
Jisim dalam Alam Arwah bersifat latif atau halus atau murni atau terlebih ghaib. Insan yang tinggi makamnya pada sisi Allah memasuki alam yang terlebih ghaib ini dan mendapati alam ini sama seperti Alam Syahadah juga, berjisim dan berbentuk benda dalam bebagai-bagai keadaan yang boleh disaksikan dan dirasa. Jadi, seluruh alam, iaitu Alam Syahadah, Alam Misal dan Alam Arwah merupakan alam benda yang jika diizinkan boleh disaksikan samada dengan pancaindera ataupun dengan hati. Hati insan bersifat nurani, sama seperti sifat Alam Malakut. Kekuatan pancaran nuurnya boleh menembusi tujuh petala langit dan tujuh petala bumi untuk menyaksikan dan memperolehi makrifat tentang Alam Makhluk atau Alam Kejadian.
“Orang yang dilapangkan dadanya oleh Allah untuk menerima Islam lalu ia beroleh nuur dari Tuhannya”. (Surah az-Zumar, ayat 22).
“Allah jualah nuur bagi semua langit dan bumi”. (Surah an-Nuur, ayat 35).
“Perumpamaan nuur-Nya seperti sebuah lubang di dinding di dalamnya mengandungi pelita. Pelita itu berada di dalam kaca. Kaca itu bagaikan bintang berkilau-kilauan. Dinyalakan dari pohon kayu yang berkat iaitu minyak zaitun yang bukan dari timur dan bukan dari barat. Hampir minyaknya mengeluarkan cahaya dengan sendirinya biarpun tidak disentuh api”. (Surah an-Nuur, ayat 35).
“Nuur di atas nuur”. (Surah an-Nuur, ayat 35).
“Dipimpin Allah kepada nuur-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (Surah an-Nuur, ayat 35).

PENUTUP

Bagaimana ahli al-kasyaf menyaksikan alam yang begitu luas dan jauh? Adakah dia perlu menaiki sejenis kenderaan dan terbang ke seluruh alam maya untuk menyaksikannya? Nabi Muhamamd s.a.w telah menaiki boraq dan mengembara ke seluruh alam di bawah bumbung Langit Dunia (Langit Pertama). Kemudian baginda s.a.w mikraj menggunakan tangga yang dihulurkan dari alam atas seumpama lif yang dibawa turun dari tingkat atas. Tetapi boraq hanya untuk kegunaan nabi-nabi tidak bagi manusia biasa, walaupun seorang yang kasyaf. Namun, Allah s.w.t mempunyai caranya sendiri untuk memperlihatkan alam ciptaan-Nya kepada sesiapa yang Dia kehendaki.
Cuba kamu pandang kepada sebuah bangunan. Kamu dapat melihat bangunan tersebut kerana ada cahaya dari sumber cahaya iaitu matahari. Cahaya matahari menerpa ke arah bangunan itu lalu membawa seluruh bangunan tersebut kepada mata kamu. Mata kamu juga bercahaya sebagai persediaan untuk menerima pancaran cahaya matahari yang datang. Jika mata kamu terpejam atau berselaput tidak mungkin cahaya matahari boleh memasukinya. Pertemuan cahaya matahari dari atas dengan cahaya mata di bawah melahirkan gambar pada belakang bola mata kamu. Gambar yang tertera pada skrin bola mata kamu itu dalam keadaan terbalik. Otak berperanan membetulkannya kembali. Otak boleh berfungsi sebagai kesan aktiviti akal. Akallah yang melihat bangunan tersebut. Seluruh bangunan yang begitu besar boleh masuk ke dalam akal kamu.
Andainya kamu berada di tempat yang tinggi dan pandangan kamu cukup kuat maka kamu boleh melihat seluruh planet bumi berada di dalam akal kamu. Akal kamu menjadi seperti satu ruang angkasa yang luas yang memuatkan planet bumi. Jika kamu berada pada tempat yang lebih tinggi dan pandangan kamu lebih kuat kamu akan dapat menyaksikan seluruh Alam Syahadah. Begitulah keadaannya hingga kamu dapat melihat seluruh Alam Misal dan Alam Arwah. Jadilah diri kamu seolah-olah satu ruang angkasa yang di dalamnya terapung-apung seluruh alam makhluk.
Jika kamu memandang kepada sebuah bangunan maka bangunan itu yang datang kepada kamu bukan kamu yang pergi kepadanya. Kamu tidak bergerak satu langkah pun. Begitu juga keadaan ahli al-kasyaf yang tidak bergerak dari tikar sembahyangnya namun dia dapat menyaksikan seluruh alam makhluk. Keadaan ini boleh terjadi kerana Allah jualah nuur bagi langit dan bumi. Nuur-Nya juga memancar di dalam kalbu orang mukmin. Nuur di atas nuur. Nuur dari alam atas membawa turun seluruh alam kejadian dan dapat ditangkap oleh nuur di bawah iaitu kalbu orang mukmin. Jadi, kalbu orang mukmin itu meliputi seluruh alam makhluk tanpa dia perlu terbang ke mana-mana.
“Dipimpin Allah kepada nuur-Nya siapa yang Dia kehendaki”.
“Katakanlah: Roh adalah urusan Tuhanku”.
Urusan Tuhan, inilah makam terakhir seorang hamba. Tidak ada apa-apa lagi padanya melainkan urusan Tuhan. Apabila dia sudah larut di dalam urusan Tuhan maka urusan Tuhanlah yang memperjalankannya ke seluruh alam maya hingga terdampar ke Sidratul Muntaha. Seterusnya memanjat ke Qubah yang menjadi puncak segala alam kejadian. Tidak ada apa-apa lagi kecuali: “ALLAH, RABBIL ‘IZZATI!’
Allah jualah yang memiliki Hijab Yang Teguh

Sumber : Kitab-kitab al-hadith Qudsi dan sumber-sumber ilmu Tasauf